Tidak.
Sore di pinggir pantai, awan sudah memanjang dari barat hingga utara, menutupi cakrawala seperti tirai yang ditarik perlahan. Saya pulang lebih awal, mampir ke warung sate ayam langganan di jalan pulang. Antrian panjang, lima orang lebih sudah menunggu pesanan di depan saya. saya duduk sembari membaca beberapa update di media sosial.
Giliran bayar. Si ibu menyebut angka: “45 ribu.”
Saya terdiam. Tangan sudah sibuk menggeledah tas – hanya siapkan 25 ribu. Habis lebaran rupanya langsung naik dua kali lipat. Sampai si ibu terkekeh pelan.
“Itu 45 ribu yang pesan ibu di dalam mas. Kalau mas nya cuma 21 ribu.”
Saya jalan pulang sambil tertawa sendiri.
Hutang Lama di Langit Barat
Sesampai di kost, kebiasaan baru semenjak nyepi kemarin muncul: mendongak ke atas sebelum masuk pintu. Langit selatan cukup terbuka, awan tipis, bergerak perlahan, tidak mengancam. Saya naik ke selasar.
Tripod dipasang, Dwarf 3 siap. Saya membuka daftar Messier, mencari objek yang paling potensial untuk malam ini.
Tapi mata saya tertumbuk duluan pada sesuatu yang lain.

Tiga bintang berjejer di barat, sabuk Orion, masih terlihat jelas walau sudah mulai condong ke arah kaki langit. Orion sedang dalam perjalanan pamit, musimnya hampir habis. Dan di sana, tepat di bawah sabuknya, ada sebuah hutang lama yang belum lunas.
Horsehead Nebula.
Kabut hitam tipis berbentuk kepala kuda yang sudah lama ada di bucket list saya sejak pertama kali melihatnya di Stellarium. Sudah beberapa kali dicoba, sebagian besar gagal – salah seting, awan datang, baterai habis. Tapi malam ini Orion masih ada, langit ke arah barat masih cukup bersih, dan sate ayam sudah di tangan.
Tidak ada alasan untuk tidak mencoba.
Melunasi Janji
Dwarf diarahkan ke barat atas, ke wilayah di bawah sabuk Orion. Autofokus dikalibrasi ulang. Kamera mulai merekam frame demi frame, pelan dan sabar seperti yang memang harus dilakukan untuk objek yang satu ini.
Saya duduk, membuka bungkusan lontong dan sate ayam. Tidak terlalu kelihatan apa yang di depan saya karena saat itu saya duduk di balik tembok, terlindung cahaya lampu. Di atas, Dwarf bekerja diam-diam, mengumpulkan foton demi foton dari nebula yang jaraknya 1.500 tahun cahaya, mencoba membentuk siluet kepala kuda dari kegelapan.
Mata sesekali mendongak. Langit masih bersahabat.
Sate habis. Lontong habis. Dan di penyimpanan, data tambahan Horsehead Nebula berhasil masuk.
Belum lunas sepenuhnya. Horsehead butuh banyak frame untuk benar-benar menampakkan dirinya dengan jelas, siluet hitamnya yang tipis hanya muncul kalau data cukup banyak dan langit cukup gelap. Tapi malam ini, setidaknya, cicilan sudah dibayar.

Orion masih punya beberapa malam sebelum benar-benar pergi. Masih ada waktu untuk melunasi sisanya.
Clear skies, endless stories.