Kempcer perdana di Pantai Nunggalan
bulan terbit, ya benar, bulan terbit, saya seakan tidak percaya dengan apa yang ada di depan mata. di ujung sana, […]
bulan terbit, ya benar, bulan terbit, saya seakan tidak percaya dengan apa yang ada di depan mata. di ujung sana, […]
Ada bedanya, terasa langsung begitu mata mulai beradaptasi dengan gelap. Dari selasar kost, langit di kanan kiri depan belakang selalu
Malam pertama dapat dua goresan dalam 15 menit sebelum awan menutup langit. Malam kedua saya all in, dan langit memberikan
Seminggu sebelumnya langit seakan bersolek dengan gemerlap kerlip bintangnya. Hampir setiap malam cerah, bintik putih tersebar di langit, kapanpun keluar
Pukul 2.30 WITA. Mata terbuka, meangkah ke luar kamar, mendongak ke atas. Langit bersih. Bintang di mana-mana. Saya kembali ke
Pukul 7 malam, melongok ke luar kamar, menatap ke atas, membaca langit seperti biasa. Selatan: lumayan terbuka. Utara: cukup bersih,
Ada malam-malam yang terasa seperti hadiah. Sore harinya saya sudah hampir menyerah, langit barat gelap tertutup awan, rencana ke pantai
Malam kemarin, langit sengaja mengajak bermain petak umpet. Cukup cerah untuk membangkitkan harapan untuk keluar kamar, tapi tidak cukup jujur
Antara PanSTARRS yang Menjanjikan dan MAPS yang Tidak Sempat Berpamitan Beberapa hari terakhir grup-grup astronomi di media sosial lebih ramai
Bagi astrofotografer konvensional, bulan terang adalah musuh bebuyutan, cahayanya memenuhi langit, menenggelamkan warna-warna galaksi sebelum sempat terekam sensor. Perencanaan pemotretan
Siang tadi langit biru sempurna. Jenis biru yang membuat optimis — pasti sampai malam cerahnya. Tidak. Sore di pinggir pantai, awan
Dua hari ini langit sedang tidak mau diajak bekerja sama. Siang hari biru bersih tanpa awan, seolah memberi harapan. Tapi