Milky Way, Foto Lama, Workflow Baru
Langit semalam tidak kooperatif. Dari pukul 9 malam, awan tebal sudah berarak menutupi hampir seluruh langit — tidak ada celah, […]
Langit semalam tidak kooperatif. Dari pukul 9 malam, awan tebal sudah berarak menutupi hampir seluruh langit — tidak ada celah, […]
Sudah sekitar 3 minggu kami berada di balik bayang Gunung Patuha, Gunung Malabar, Gunung Tangkuban Parahu, Gunung Burangrang dan Gunung
Rasanya tidak pernah bosan berkunjung ke Selo, lokasi yang diapit gunung Merapi dan Merbabu. Selalu saja ada hal yang menarik
Sebenarnya belakangan ini waktunya kurang tepat untuk berburu foto, seminggu belakangan ini hampir tiap hari turun hujan. Tapi karena ya
Sebelum berangkat sempat ngobrol dengan Marsono mengenai rencana susur pantai. “santai wae bek, roto”. Rencana perjalanan 3 hari 2 malam
Sepeda motor matic yang saya kendarai mulai ancang-ancang untuk melibas jalur tanjakan yang bersudut hampir 40 derajat. Beruntung jalan sudah
Gunung Merapi diam berbalutkan kerlip bintang. Sesekali lintasan cahaya terlintas membelah langit. Garis putih memanjang hampir tegak lurus dengan siluet
Pandangan menyapu ke jalur yang sepertinya sama-sama bakalan cukup susah untuk dilewati. Di tengah, cekungan dalam berundak bekas tergerus air
“Rame ndak lokasinya ?” tanyaku memastikan lokasi untuk hunting foto milky way jembatan Krisak nanti tidak terganggu banyak lalu lalang
Air mengalir dari ceruk batuan, deras, entah berapa kubik yang tercurah. Gaya gravitasi menambah kekuatan jatuhnya air, bunyi menderu ketika