Hujan meteor Eta Aquariid adalah salah satu tontonan langit paling spektakuler setiap tahunnya, untuk tahun 2026 puncaknya di tanggal 5-7 Mei. Berikut panduan lengkap baik untuk menikmati, mengamati dan memotret hujan meteor Eta Aquariid 2026
Saya sendiri selama 5-7 Mei ini begadang, biasanya mulai dari jam 2 pagi – 6 pagi, sekalian sunrise. Sempat beruntung dari 10 menit di penghujung malam tertangkap 8 meteor dari 10 menit stacking. tapi selebihnya Zonk, beberapa meteor melintas di kiri kanan jarak tangkap kamera malahan.

Table of Contents
Sejarah Singkat
Eta Aquariid pertama kali dicatat secara resmi pada tahun 1870 oleh Letnan Kolonel G.L. Tupman saat berlayar di Laut Mediterania, di mana ia mengamati 15 meteor pada 30 April dan 13 meteor lagi pada 2–3 Mei. Pada tahun 1876, ilmuwan A.S. Herschel menemukan bahwa sumber hujan meteor ini terkait dengan Komet Halley, yang dibuktikan setelah menganalisis data pengamatan Tupman.
Komet Halley sendiri memiliki orbit ~76 tahun dan setiap kali mendekati Matahari, ia menyemprotkan partikel es dan batu ke luar angkasa. Bumi melintasi jalur debu ini dua kali setahun, menghasilkan Eta Aquariid di bulan Mei dan Orionid di bulan Oktober.
Kapan Mulai Bisa Terlihat?
Hujan meteor Eta Aquariid aktif dari 19 April hingga 28 Mei 2026. Tapi untuk tahun ini, 2026 puncaknya sekitar 5-7 Mei.
Mulai aktif 19 April 2026
Puncak terbaik 5–6 Mei 2026
Waktu terbaik malam Pukul 02.00–05.00 WITA
Akhir periode aktif 28 Mei 2026
Puncaknya bisa menghasilkan hingga 50 meteor per jam dalam kondisi ideal. Untuk Tahun ini ada hambatan yang cukup signifikan, bulan sedang dalam fase gibbous waning 83–84%, sehingga cahayanya cukup mengganggu. Cari cara untuk memblok cahaya Bulan dengan pohon atau bangunan.

Ke Mana Arah Melihatnya?
- Radiant (titik asal) meteor berada di rasi bintang Aquarius, tepatnya di koordinat Right Ascension 22j 20m, Deklinasi -1° selatan.
- Beberapa tips untuk mengamati hujan meteor Eta – Aquarids di Indonesia
- Arahkan pandangan ke langit Selatan–Timur
- Rasi Aquarius terbit mulai sekitar pukul 01.24–02.00 WITA
- Semakin mendekati fajar, posisi radiant semakin tinggi dan semakin banyak meteor terlihat
- Jangan terpaku hanya ke satu titik, meteor bisa melesat ke segala arah dari radiant

Peralatan untuk Mengamati & Memotret
Untuk Pengamatan Visual
Sebenarnya tidak butuh alat khusus, mata telanjang sudah cukup dan bahkan disarankan karena FOV lebih lebar.
- Biarkan mata beradaptasi gelap minimal 20 menit
- Jangan lihat ponsel atau senter
- Baringkan tubuh menghadap langit agar tidak lelah
Untuk Astrofotografi
- Kamera: DSLR/mirrorless full-frame atau APS-C dengan ISO tinggi, Sony a7S III, Canon EOS Ra, atau Nikon D850 sangat ideal
- Lensa: Wide-angle dan fast aperture, 14mm f/1.8 atau 24mm f/1.4 untuk menangkap area langit paling luas
- Tripod: Wajib untuk long exposure berulang, arahkan ke area Aquarius di selatan
- Interval/remote shutter: Atur untuk memotret terus-menerus sepanjang malam tanpa harus menekan tombol manual
- Pengaturan: ISO 1600–6400, shutter 15–25 detik, aperture paling lebar

Tips & Trik Berburu Meteor
- Cari lokasi gelap, Jauh dari lampu kota; area persawahan, pantai terpencil, atau daerah pegunungan sangat ideal
- Datang lebih awal, Tiba pukul 23.00–00.00 WITA untuk mempersiapkan diri sebelum Aquarius terbit
- Blok cahaya Bulan, Posisikan dirimu di balik tembok, pohon besar, atau kendaraan agar Bulan tidak merusak adaptasi mata
- Tangkap “Earthgrazers”, Meteor yang muncul saat radiant masih rendah di cakrawala punya ekor lebih panjang dan dramatis
- Stack foto, Ambil ratusan frame lalu stack di Siril untuk menampilkan beberapa jalur meteor dalam satu gambar.
- Bawa baju hangat & alas duduk, Meski di Bali, dini hari bisa lumayan dingin, terutama di dataran tinggi

Selamat Berburu Meteor!
Momen ini sangat spesial karena kamu sedang melihat puing-puing sejarah dari Komet Halley, benda langit yang terakhir terlihat dari Bumi tahun 1986 dan baru akan kembali sekitar tahun 2061. Setiap meteor yang kamu saksikan adalah partikel berusia jutaan tahun yang berakhir dengan cara paling indah, terbakar di atmosfer Bum