Senja di tepian Sukoharjo
Kami terburu buru melewati jalan beraspal yang membelah salah satu sudut persawahan di sekitaran Mancasan Sukoharjo. Sebenarnya di sepanjang jalan […]
Kami terburu buru melewati jalan beraspal yang membelah salah satu sudut persawahan di sekitaran Mancasan Sukoharjo. Sebenarnya di sepanjang jalan […]
20-22 Desember 2015 lalu Landscape Indonesia bersama beberapa teman melakukan susur pantai selatan. Dimulai dari pantai Sembukan di Wonogiri dan berakhir di Pantai Pok Tunggal Gunung Kidul. Catatan perjalanan akhirnya bisa tersusun menjadi sebuah ebook perjalanan yang mudah-mudahan bisa dinikmati oleh teman-teman semua.
Malam kemarin, dengan beberapa teman yang juga menyukai memotret malam, kami menyempatkan diri menikmati waktu mencoba memotret malam di salah
Usai sudah 3 hari 2 malam susur pantai di penghujung tahun 2015. Terima kasih untuk semua pihak yang mendukung sehingga acara susur pantai ini berlangsung dengan lancar. SD Pangudi Luhur Solo untuk bantuan mobil pengantar, mas Adit dan Dwi Kebo yang sudah menemani perjalanan dari solo – pantai sembukan. Dan mas Bayu yang sudah rela menjemput kami di akhir perjalanan.
19 Desember 2015 kemarin, bersama dengan om Darwis Triadi dan mbak Regina Safri, Widhi bek – admin Landscape Indonesia berbagi cerita mengenai fotografi di acara talkshow fotografi TUNGKAI UNS 2015.
20-22 Desember 2015 nanti rencana landscape Indonesia bersama beberapa teman bikin event SUSUR PANTAI : Pacitan – Gunung Kidul. Event rutin kemping ceria yang dikemas dengan susur pantai. Berjalan kaki dari salah satu pantai di Pacitan selama 3 hari dan berhenti di salah satu pantai di Gunung Kidul.
Yang tanggal 19 desember 2015 nanti ada di solo dan sekitarnya bisa ikutan melipir di event talkshow TUNGKAI UNS lho. Siapa tahu bisa sembari kumpul dan ngobrol ringan seputaran memotret pemandangan, memotret bima sakti atau bikin rencana trip buat tahun depan.
Ingin merasakan berada di tepi pantai Mawun dan melihat sekeliling dari depan layar komputer atau smartphone ? Atau menikmati senja di salah satu view point pulau rinca tanpa harus menapaki jalan menanjak ? Landscape Indonesia akhir akhir ini sedang mengembangkan beberapa proyek virtual tour keindahan alam Indonesia. Salah satunya adalah 16 Hari 6 Destinasi yang merupakan salah satu hasil perjalanan pertengahan November 2015 lalu yang diadakan oleh kementrian Pariwisata (Indonesia.Travel)
Laut biru bergradasi hijau muda terpapar di depan mata. Ilalang kekuningan tersapu angin berderet di sepanjang jalur pendakian di bukit seberang. Tapi sial siang ini terik sangat. Saya yang dari tadi berada di bukit sebelah kiri, cuma bisa mengeserkan kaki sedikit demi sedikit di atas tas tripod yang sengaja saya taruh di atas pasir yang membara. Telapak kaki serasa melepuh, berasa seperti berdiri di atas logam yang dipanasi api dibawahnya. Dan saat itu saya super duper menyesal meninggalkan sepatu saya di atas kapal. Padahal pemandangan nan apik mengoda untuk diabadikan dalam jepertan kamera.
“Dimana bang komodonya ?”tanya penasaran beberapa teman kepada ranger yang menemani kami menyusuri trek medium di pulau Komodo ini. Di depan kami memang saat itu hanya terlihat rimbunan rontokan dedaunan kering diantara ranting ranting kayu. Mata kami mengecap mencoba mencari sang naga yang menurut ranger sering terlihat di sekitar situ. “itu dia..” ucap seorang teman sembari mengarahkan telunjuknya ke arah ranting pohon yang sedikit tertutup bayangan rimbunan pohon. Dan mimpi saya untuk berjumpa langsung dengan sang legenda naga, ora di pulau aslinya ini pun terwujud.