Annapurna Basecamp : Himalayan Hotel – ABC (Hari 7)
Perjalanan hari ini cukup panjang karena rencana kemarin kami bermalam di Machhapuchhre Base Camp (MBC) gagal total karena hujan deras […]
Perjalanan hari ini cukup panjang karena rencana kemarin kami bermalam di Machhapuchhre Base Camp (MBC) gagal total karena hujan deras […]
Kami memulai pagi ini dengan rasa optimis, pagi tadi walau cuma seuprit kami sempat menyaksikan lagi pegunungan bersalju dari penginapan
Pagi, hari keempat, Tadapani masih basah oleh hujan semalaman, perjalanan kami pun berlanjut. Kalau dari peta yang kami bawa jalur
Kami sampai juga di Annapurna Basecamp !! Yihaaaaa
Target hari ini, kalau cuaca mendukung kami akan melanjutkan perjalanan hingga ke Machhapuchhre Base Camp di ketinggian 3800 mdpl. Tapi kalau pagi cuaca masih belum membaik kami kembali turun, karena mengingat waktu yang mepet. Sempat terpikiran juga kalau memang cuaca masih kurang bagus ada plan cadangan, teman-teman turun duluan saya masih menunggu cuaca membaik, karena cukup sayang juga sampai di sini, tidak bisa terus sampai ke Annapurna Basecamp.
Dengan ketinggian sekitar 2800 mdpl seharusnya dari Ghorepani kita bisa melihat jajaran barisan Annapurna di depan penginapan kami. Tapi semenjak
Beruntung.. pakai banget deh…
selama 9 hari perjalanan Annapurna Basecamp di musim hujan kemarin, baru pagi hari ke 8 kami diberi langit yang cerah. Padahal hampir setiap hari dalam perjalanan kami lewati dalam suasana mendung dan hujan. Bahkan ketika kami tiba di Annapurna Basecamp di hari ke 7 pun kami disambut kabut putih dengan jarak pandang terbatas, sehingga kami masih perlu bertanya kepada pemilik tea house yang kami tempati, apakah dari sini terlihat annapurna ? karena memang tidak terlihat apa apa selain hanya putih dan hampa. hahahaha
Beruntung dalam perjalanan ke Annapurna Basecamp pertengahan Agustus 2015 kemarin, walau hampir setiap hari diguyur hujan, pagi hari ketika kami berada di Annapurna Basecamp cuacanya cerah sekali. Dan beruntung kami sempat mengabadikan keindahan alamnya dalam balutan format panorama 360.
Tak terasa sudah hampir 3 minggu Landscape Indonesia berada di Nepal. 2 minggu pertama merupakan perjalanan yang cukup berat menuju ke Annapurna Basecamp. Dan setelah recovery beberapa hari di Pokhara kami banyak menghabiskan waktu di sekitaran Kathmandu sekedar berkeliling sembari menikmati keriuhan suasana di Thamel. Hari terakhir kami isi dengan berselimutkan kabut di Nagarkot sebelum beberapa hari lagi kembali ke tanah air tercinta.
Lombok memang terkenal dengan pemandangan alam nya yang masih alami. Di Lombok kita bisa menikmati hamparan sawah, pantai berderet memanjang mengelilingi pulau dan gunung api terindah. Maka tak bisa dipungkiri Lombok selalu menarik untuk dikunjungi oleh para penikmat keindahan alam.
Mimpi yang (sebentar lagi) menjadi kenyataan. Mungkin itu salah satu ungkapan yang bisa menggambarkan keadaan kami sekarang. Dulu sekali, sempat bermimpi menikmati keindahan barisan pegunungan salju yang menjulang. Mimpi yang kemudian terkikis dengan banyak hal dan kondisi. Mencari kambing hitam kesibukan, aktivitas yang banyak, budget yang susah terkumpul hingga alasan fisik yang tidak memadai lagi untuk perjalanan panjang menyusuri jalan setapak yang menanjak. Tapi entah mimpi yang sempat terkubur kemudian kembali menguak ketika tahun kemarin ada promosi tiket (cukup) murah penerbangan Air Asia dari Jogja ke Kathmandu. Tanpa pikir panjang mengirimkan pesan berantai kepada teman-teman lain yang mungkin bisa teracuni untuk berangkat bersama, mengejar salah satu mimpi untuk berdiri berlatar belakang pegunungan Himalaya.
Akhirnya kelar juga belajar berlembur lembur hingga makan selalu tak lupa dan tidur selalu pulaz. Beberapa tahun belakangan ini sedang keranjingan dengan yang namanya foto panorama. Hampir setiap perjalanan selalu menyempatkan memotret dengan mode pano. Tapi semenjak kerajaan api menyerang maka semakin menggila menembakan frame demi frame mengabadikan keindahan alam dalam format panorama. Silakan dinikmati proyek pano Merbabu dari link ini http://landscapeindonesia.com/pano/merbabu-pano.html