13 April, 2/3 Obyek Messier Terekam
Tiga minggu. Tidak terasa. Yang dimulai dari satu malam Nyepi yang tidak direncanakan, dari selasar kost yang gelap, dari rasa […]
Tiga minggu. Tidak terasa. Yang dimulai dari satu malam Nyepi yang tidak direncanakan, dari selasar kost yang gelap, dari rasa […]
Satu pertanyaan yang sudah cukup lama menggantung di kepala: seberapa cepat star tracker bisa dikalibrasi tanpa mengorbankan terlalu banyak akurasi?
Pukul 2.30 WITA. Mata terbuka, meangkah ke luar kamar, mendongak ke atas. Langit bersih. Bintang di mana-mana. Saya kembali ke
Pukul 7 malam, melongok ke luar kamar, menatap ke atas, membaca langit seperti biasa. Selatan: lumayan terbuka. Utara: cukup bersih,
supaya lebih mudah, saya buatkan postingan tersendiri untuk update hasil dokumentasi proyek 110 Messier TOTAL : 47/110
Ada malam-malam yang terasa seperti hadiah. Sore harinya saya sudah hampir menyerah, langit barat gelap tertutup awan, rencana ke pantai
Malam kemarin, langit sengaja mengajak bermain petak umpet. Cukup cerah untuk membangkitkan harapan untuk keluar kamar, tapi tidak cukup jujur
Antara PanSTARRS yang Menjanjikan dan MAPS yang Tidak Sempat Berpamitan Beberapa hari terakhir grup-grup astronomi di media sosial lebih ramai
Ada benang merah yang baru saya sadari belakangan ini. Bukan benang yang direncanakan — lebih seperti pola yang hanya terlihat
Pagi ini langit berbelas kasih. Melongok ke luar kamar, cerah, bintang masih ada. Cukup untuk satu sesi cepat sebelum matahari
Ada perasaan yang sulit dijelaskan ketika melihat star tracker berdiri tegak lagi di atas tripod — hitam merah, kokoh, familiar.
Bagi astrofotografer konvensional, bulan terang adalah musuh bebuyutan, cahayanya memenuhi langit, menenggelamkan warna-warna galaksi sebelum sempat terekam sensor. Perencanaan pemotretan