Blog

Blog, Foto, Jawa, Perjalanan

Pagi yang indah di Telomoyo

Beberapa hari yang lalu dengan beberapa teman, kami kemping – hunting – refreshing ceria di Gunung Telomoyo. Walau sempat terkendala dengan cuaca berkabut dari sore hingga selepas tengah malam bahkan diikuti angin kencang sepanjang malam. Tapi kami beruntung pagi hari cuaca sangat bersahabat. Walau memang angin kencang masih menderu menyapu punggungan sehingga kami lebih banyak berdiam di tempat yang terlindung dari papaparan angin.

Blog, Foto, Jawa, Perjalanan

Terima kasih untuk partisipasinya pada event kemping ceria Telomoyo

Event Kemping – Hunting Ceria di Telomoyo kemarin berjalan dengan lancar, walau cuaca kurang bersahabat sepanjang sore hingga tengah malam mengurangi aktivitas hunting malam berbintang. Kabut tebal semenjak pukul 3 sore menutupi bagian atas Gunung Telomoyo, jarak pandang hanya beberapa meter. Beberapa teman dari Ambarawa yang menyempatkan menyusul sore harinya hanya sempat mendapatkan beberapa kali angin kencang menyapu kabut dan membuka pandangan langit berbintang dan kota salatiga sebelum kemudian kabut tebal kembali menutup pandangan.

Blog, Foto, Jawa, Perjalanan

Rencana kemping ceria Gunung Telomoyo (5-6 Agustus 2014)

Setelah beberapa minggu kemarin kebanyakan cuma menghabiskan waktu di depan komputer, rencana hari Selasa – Rabu (5-6 Agustus) besok pengen refreshing mencari udara segar pegunungan. Ndak usah cari tempat yang terlalu jauh dan sulit dulu. Beberapa pilihan kemarin di Tawangmangu, Selo atau ke Kledung ikutan pendakian beberapa teman ke Sundoro. Pagi ini kontak-kontakan dengan mas Sugeng ditawarkan ke Gunung Telomoyo. Pertimbangannya sih selain tidak terlalu jauh juga motor bisa sampai ke atas, jadi bisa bawa bekal agak banyak #eaaa..

Blog, Foto, NTT, Perjalanan

Selamat malam Maumere

Salah satu spot favorit menghabiskan malam ketika perjalanan di Flores tahun lalu. Dari atas ini kita bisa melihat kerlip lampu kota Maumere dan di atas kita bertaburan bintang memenuhi langit. Foto ini diambil masih belum terlalu malam, masih sekitar pukul 18.30 jadi bintang belum terlalu banyak yang muncul. Tapi semakin malam bintang bertambah banyak seakan butiran pasir memenuhi langit.

Sudah adakah teman-teman lainnya yang pernah menikmati malam berbintang dari atas sini ? Atau punya tempat favorit lain buat menikmati indahnya malam ?

Blog, Foto, Video

Video : Tips Foto Landscape : RAW vs JPG

Dari dulu sebenarnya berniat untuk membuat seri tutorial dalam bentuk video. Tapi baru terlaksana sekarang. Mudah-mudahan nanti bisa agak rutin menyempatkan waktu untuk menyelesaikan beberapa seri video tips foto landscape selanjutnya.

Dalam edisi kali ini kami mencoba membahas mengenai format file RAW dan JPG. Ada beberapa teman yang masih ragu-ragu untuk menggunakan format raw karena alasan mereka file nya besar dan juga malas kalau harus memproses file nya. Padahal dengan memotret menggunakan file raw kita bisa memaksimalkan foto yang diambil kamera kita sehingga mampu menghasilkan foto yang lebih bagus.

Blog, Foto, Jawa, Perjalanan

Memotret Milky Way di depan rumah

Iseng-iseng ketika melongok di depan rumah kok cukup banyak bintang di langit. Padahal malam ini bulan purnama. Beberapa hari sebelumnya memang cuaca di Solo sering mendung bahkan hujan. Akhirnya karena ndak tahan walau masih dalam tahap recovery, mengeluarkan kamera dari dry box, memasang lensa samyang 14 mm dan mengeluarkan tripod. Sambil cengar-cengir karena di depan rumah banyak lampu neon menerangi jalan sehingga agak aneh juga kok motret bima sakti di depan rumah, ya namanya penasaran kan musti dicoba biar tahu hasilnya.

Memang di dalam kamera tertangkap kabut putih tipis di atas langit. Tapi bertumbukan dengan kabel-kabel listrik hehehe.. mau cari lokasi lain juga agak sulit karena lampu-lampu yang mengganggu. Di foto di atas yang sebelah kiri itu bocor akibat lampu neon jalanan :D.

Blog, Foto, Luar Negeri, Perjalanan

Serial Dari Sudut Nordic Countries Hingga Konfederasi Switzerland – Kota Di Tepi Lautan Baltik – Bagian 1 dari 4

Dari Sudut Nordic Countries Hingga Konfederasi Switzerland – Bagian 1 dari 4
Kota Di Tepi Lautan Baltik

(text dan Foto by: Wawies Wisnu W.)

Langit sedikit berawan menyambutku di halaman Vantaa Airport. Sebentar kuhempaskan tubuh di bangku salah satu sudut airport sambil sekedar meregangkan sendi-sendi kaku. Inilah pertama kali aku merasakan duduk dalam lambung Airbus A340-300 selama 12 jam tanpa henti. Membawaku dan 260 penumpang lainnya sejauh 9.267 km menembus udara dari Changi Airport Singapore hingga salah satu sudut paling utara di Eropa. Sebuah perjalanan menuju negeri asing yang selama ini hanya terbatas angan, sendirian, hanya bermodalkan sedikit informasi dan peta dalam genggaman tangan. Itupun penuh berisi nama jalan dan tempat dalam bahasa Finland yang sampai saat ini masih belum kumengerti bagaimana mengucapkannya dengan benar.

 

Scroll to Top