Dua kamera untuk mengabadikan perjalanan
Semenjak upgrade body kamera menjadi canon 6D, saya beberapa kali melakukan perjalanan dengan membawa juga kamera 450D sebagai backup apabila […]
Semenjak upgrade body kamera menjadi canon 6D, saya beberapa kali melakukan perjalanan dengan membawa juga kamera 450D sebagai backup apabila […]
Beberapa kejadian seputaran event Hunting Milky Way Dieng kemarin yang sempat tercatat.
Tak terasa 5 hari 4 malam dengan beberapa teman “berburu” langit malam demi sekedar beberapa frame bima sakti di atas langit Dieng. 24 – 28 April kemarin (eh 28 hari ini dink) terasa cepat sekali. Barusan sampai ke rumah, bersih-bersih peralatan dan update info sebentar sebelum kemudian mulai tidur panjang sebagai pengganti waktu malam yang digunakan untuk begadang selama beberapa hari kemarin. Untuk foto dan cerita perjalanan tunggu setelah recovery ya 😀
Salah satu agenda wajib ketika melakukan perjalanan adalah mengabadikan matahari terbit dan terbenam. Untuk sebagian teman, menikmati matahari terbit terkadang
Pada saat hunting meteor Eta Aquarids minggu lalu, berkesempatan membawa 2 body kamera. Canon 450D dipadu dengan lensa canon 10-22
Berhubung pada tanggal 9 – 16 April besok sedang ada kerjaan lain di sekitaran Alor maka sekalian dimanfaatkan buat hunting landscape. Jadwal kerjaan masih belum pasti, tapi mungkin dari tanggal 9 – 16 April ada yang bisa dipakai buat melipir ke lokasi indah di Kupang dan Alor buat sekedar memotret sunset, sunrise atau malam berbintang di sana.
Yang sudah pasti bisa jadwal ngelandscape sih tanggal 9 April 2014. Rencana mau hunting sunset, dilanjut nunggu malam mudah2an cuaca cerah. bulan akan mulai terbenam sekitar pukul 12 malam jadi bisa juga hunting milky way selepas pukul 12 malam.
Sampai Alor tgl 10 – 15 April. Kemungkinan akan full kerjaan tapi mungkin kalau ada teman bisa keluar jam 3 pagi buat hunting milky way sampai sunrise.
bisa juga sekedar sharing, ngumpul teman2 yang hobi motret landscape di Kupang atau Alor tanggal2 segitu. ntar tinggal di atur jadwalnya..
kalau ada yang berminat hunting lansdscape pas di sana bisa kontak via email : widhibek@gmail.com, twitter @widhibek
Minggu lalu berkesempatan untuk mengunjungi kembali Danau Sentarum, walau kabar awalnya sedang surut permukaan air nya tapi pas kami ke sana ternyata hampir setiap hari kalau tidak mendung malah hujan. Selama 5 malam di sana cuma satu malam diberi kesempatan langit malam yang cerah walau hanya sesaat karena setelah itu kabut datang dan kembali permukaan langit menjadi keabuan.
Foto diambil kurang lebih sekitar pukul 4.30 pagi dari bawah Bukit Tekenang. Dengan setingan iso 6400 dan shutter speed 30 detik dan apperture f/2.8.
“Ke Borobudur yuk” ajak salah seorang teman yang saat ini sedang berlibur ke Jogja. Gayung bersambut, malah dapat kompor dari
Kalau kita melakukan perjalanan menuju Gunung Semeru, salah satu desa yang kita datangi sebelum memulai keberangkatan salah satu nya adalah Ranu Pane. Di Ranu Pane kita melakukan registrasi di pos balai taman nasional. Tahun 2010 lalu kami berkesempatan untuk bermalam di Ranu Pane dan menikmati pagi hari yang indah di sana. Di Ranu Pane juga terdapat danau atau telaga yang tidak sebesar dan seterkenal Ranu Kumbolo. Tapi tetap saja yang namanya alam selalu saja indah untuk kita nikmati kan..
Silakan dinikmati beberapa foto yang masih teronggok di harddisk baru sempat diupload pagi ini ya
Jatuh cinta dengan milky way.. semua berawal perjalanan ke Gunung Semeru tahun 2010 lalu. Pendakaian perdana setelah sempat lama vakum