Menengok Legenda Sangkuriang di Tangkuban Perahu
Hari masih pagi ketika kami menapakan kaki di parkiran. Hanya ada beberapa mobil yang tiba lebih dahulu dari kami. Bahkan […]
Hari masih pagi ketika kami menapakan kaki di parkiran. Hanya ada beberapa mobil yang tiba lebih dahulu dari kami. Bahkan […]
Bulatan matahari berangsur tenggelam di ufuk barat, menyisakan langit oranye yang sebentar lagi pupus berganti gelapnya malam. Motor kami baru
Rasanya sudah cukup lama tidak menuliskan perjalanan hunting malam berbintang. Banyak alasan salah satunya kesibukan menekuni dunia diving jadi berjalan-jalan
“Mau bilon warna merah…” ucap salah satu anak sembari menarik-narik celana panjang bapaknya. Sang bapak menjawab dengan sabar..”iya..iya”. Sementara saya
Saya dulu takut dengan air. Mungkin karena semasa kecil dulu pernah punya trauma dengan air, terutama dengan air laut, karena
Demi mengejar mimpi untuk mengabadikan keindahan bawah laut dan nantinya membagikan keindahan yang tidak semua orang bisa menikmatinya itu, maka
31 desember 2017 ini kami hanya berencana berkumpul dengan keluarga besar yang beruntungnya masih punya jatah pada pulang ke rumah.
Langkah kaki mulai merayapi jalan yang berupa batuan karang, titik tertinggi sudah nampak di depan mata. Bintang berkelip di atas
“Di sekitar pulau Pramuka ada lokasi kapal tenggelam yang bisa kita datangi ndak pak ?” tanya kami ke Pak Darobi,
Sempat terbersit pikiran ragu ketika melihat permukaan laut yang cukup bergelombang. Belum lagi bayangan kegelapan yang bakalan menyambut kami ketika