Makan Malam di Puncak Bukit Laskar Pelangi
Bulatan matahari berangsur tenggelam di ufuk barat, menyisakan langit oranye yang sebentar lagi pupus berganti gelapnya malam. Motor kami baru […]
Bulatan matahari berangsur tenggelam di ufuk barat, menyisakan langit oranye yang sebentar lagi pupus berganti gelapnya malam. Motor kami baru […]
Rasanya sudah cukup lama tidak menuliskan perjalanan hunting malam berbintang. Banyak alasan salah satunya kesibukan menekuni dunia diving jadi berjalan-jalan
“Mau bilon warna merah…” ucap salah satu anak sembari menarik-narik celana panjang bapaknya. Sang bapak menjawab dengan sabar..”iya..iya”. Sementara saya
Langkah kaki mulai merayapi jalan yang berupa batuan karang, titik tertinggi sudah nampak di depan mata. Bintang berkelip di atas
Minggu kemarin, ketika berkesempatan untuk bermalam di asrama St. Theresia, Rempang, Batam sengaja membawa vr cardboard untuk dicoba anak-anak di
Langit hitam tampak pekat, kerlip bintang terlihat seperti nyala lampu di kejauhan. Sepertinya malam ini alam sedang ingin bersahabat. Padahal
Sayang saat itu jembatan Barelang sedang dipenuhi cahaya lampu berwarna kekuningan. Rencana meracuni milky way di batam dengan hunting bareng
Beberapa perahu tampak hilir mudik mengantar para penumpang yang ternyata satu minggu setelah lebaran masih memenuhi Kedungombo. Sementara warung-warung makanan
Dieng sore itu kurang bersahabat. Semenjak pukul tiga sore tadi hujan gerimis sepertinya merata menyelimuti lembah Dieng. Kabut tipis mulai
Kaki langit sebelah barat berwarna merah oranye sementara bintang di langit mulai berangsur menghilang tersapu cahaya sang surya. Agak sulit
Pukul 11 malam, Bromo saat itu cukup cerah, bintang bertaburan di langit. Gunung Bromo juga terlihat bersih tanpa kabut. Bergegas
Gunung Merbabu tampak gagah pagi tadi, semburat mentari pagi menyinari punggungan padang rumput yang saat ini terlihat hijau. Sepanjang perjalanan