Review

Download, Review, Review Lain

16 Hari 6 Destinasi – Virtual Tour

Ingin merasakan berada di tepi pantai Mawun dan melihat sekeliling dari depan layar komputer atau smartphone ? Atau menikmati senja di salah satu view point pulau rinca tanpa harus menapaki jalan menanjak ? Landscape Indonesia akhir akhir ini sedang mengembangkan beberapa proyek virtual tour keindahan alam Indonesia. Salah satunya adalah 16 Hari 6 Destinasi yang merupakan salah satu hasil perjalanan pertengahan November 2015 lalu yang diadakan oleh kementrian Pariwisata (Indonesia.Travel)

Blog, Review Lain

Perubahan rencana : Argopuro ke Semeru

H-1, dan rencana perjalanan ke Gunung Argopuro karena beberapa pertimbangan dirubah menjadi ke Gunung Semeru. Masih tetap membawa misi yang sama hunting landscape dan kemping ceria, cuma pindah tujuan saja.

Blog, Review Lain

Persiapan hunting pemandangan Gunung Argopuro

Perjalanan ke Argopuro kali ini merupakan perjalanan pertama saya. Dulu sekitar tahun 1998 pernah mencoba ke Argopuro, saat itu rencana sekalian perjalanan dari Baluran, Gunung Raung dan penutupan Gunung Argopuro. Tapi sepulang dari Gunung Raung, kaki saya keselo sehingga perjalanan ke Argopuro dibatalkan.

Dan setelah puluhan tahun berlalu, kali ini kembali ditawari untuk menapaki jalur Argopuro via Baderan dan pulang via Bremi. Langkah awal seperti biasa kalau belum pernah ke sana adalah melakukan riset awal. Dengan bantuan search enggine dan beberapa forum didapatlah beberapa tulisan perjalanan dan foto-foto perjalanan dari beberapa teman yang sudah pernah ke sana. Jalur trek yang akan dilewati juga sudah disimpan untuk berjaga-jaga.

buku memotret milky way
Buku, Review

Buku Memotret Milky Way

Buku Landscape Indonesia yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo. Buku Memotret Milky Way ini sudah bisa di beli di toko buku di seluruh Indonesia.

Buku Memotret Milky Way ini membahas mengenai beberapa tips dasar untuk merekam milky way sebagai salah satu obyek foto kita. Peralatan apa saja yang dibutuhkan, perencanaan pemotretan, kapan waktu yang tepat untuk memotret bima sakti, dimana kita harus mengarahkan kamera kita untuk mendapatkan foto bima sakti baik dengan mata telanjang maupun dengan menggunakan peralatan pendukung. Kita juga akan mempelajari setingan kamera yang biasanya digunakan untuk memotret bima sakti yang tepat.

Blog, Review Lain

[on progress] Ebook : 5cm – di antara kabut Bromo

Ebook berikutnya yang masuk ke dalam waiting list adalah ebook 5cm, sebuah dokumentasi perjalanan rekan-rekan penggiat sepeda dari komunitas seven 7 and friends di Bromo. Event bulan April 2015 kemarin yang sudah mulai masuk tahap seleksi dan editing foto-foto.

Blog, Review Lain

[on progress] Ebook : Sejenak Melupakan Rutinitas

Siang ini, pada saat membongkar-bongkar koleksi foto lama di harddisk, tidak sengaja menengok kembali foto perjalanan di tahun 2012 lalu. Foto ketika bersama beberapa teman berkemah di salah satu pulau di kepulauan seribu. Berkemah di tepi pantai, bertemankan api unggun dan nyanyian ombak. Ternyata banyak juga foto-foto yang masih belum sempat saya publish, walau sempat artikel yang saya tulis ini dimuat di salah satu majalah traveling.

Blog, Foto, Peralatan, Review

Lensa samyang 14 mm vs canon 16-35 untuk memotret milky way

Mana sih yang lebih bagus untuk memotret milky way, samyang 14 mm F/2.8 yang sudah beberapa tahun ini menemani setiap hunting malam, atau canon 16-35 F/4L yang barusaja bergabung dalam ransel. Beberapa hari lalu, menyempatkan membawa dua lensa tersebut untuk mengabadikan keindahan malam di kaki Merapi. Dan ini ada beberapa perbandingan antara kedua lensa tersebut ketika digunakan untuk memotret milky way

Blog, Foto, Peralatan, Review

Review Lensa Canon 16-35 F/4 L USM IS

Walau baru menggunakan sekitar 2 minggu, tapi saya yakin lensa 16-35 F/4 yang baru dikeluarkan oleh canon tahun lalu ini merupakan salah satu lensa idaman para landscaper dan juga traveler.Lensa idaman untuk landscape buat saya adalah lensa yang mempunyai sudut lebar, tajam, ringan sehingga bisa dibawa untuk perjalanan jauh, mempunyai kemampuan untuk menggunakan filter. Pilihan untuk mengorbankan lensa bukaan lebar dengan berat yang ringan dan tentunya harga yang lebih bersahabat menjadi salah satu kriteria penting juga.

Blog, Foto, Peralatan, Review

Mencari lensa ultra wide untuk canon 6D – 2015

Sebelum keberangkatan ke Kamboja kemarin, lensa canon 24-105 L f/4 saya ngadat. Error 01 kalau ndak salah ingat. Kontak dengan kostumer servis Canon diminta coba untuk membersihkan bagian konektor antara lensa dengan bodi. Tapi untuk kasus lensa 24-105 kali ini kemungkinan bukan masalah konektor lensa nya, karena saya coba bersihkan juga masih problem. Selain itu ketika membaca beberapa masalah yang ternyata banyak terjadi dengan lensa 24-105 L ini adalah masalah pada kabel aperturenya. Kecewa sih sekelas lensa L ternyata tidak sampai dua tahun sudah perlu diservis. Bandingkan dengan canon 10-22 mm yang saya gunakan dari tahun 2009 sampai sekarang masih tidak ada problem. Itupun saya rasa penggunaan yang agak abusive karena beberapa kali harus berbasah ria ketika memotret air terjun. Sampai sekarang masih belum tahu nanti kalau di servis kena biaya berapa.

Scroll to Top