Mencari Cara Tercepat Menundukkan Transformer

Satu pertanyaan yang sudah cukup lama menggantung di kepala: seberapa cepat star tracker bisa dikalibrasi tanpa mengorbankan terlalu banyak akurasi?

setingan_kompas_tracker_tn

Selama ini saya mengandalkan cara paling sederhana, kompas bundar ditaruh di atas badan tracker, arahkan ke selatan, aplikasi klinometer di Android untuk cek sudut deklinasi sekitar 8-9 derajat untuk posisi Bali. Selesai dalam hitungan menit, tapi hasilnya ya seadanya: di lensa 35mm masih aman sampai 60 detik, tapi di 120 detik bintang sudah mulai membentuk lintasan cahaya tipis. Cukup untuk media sosial, tidak cukup untuk serius.

Pertanyaan ini saya lempar juga ke grup Facebook Astrophotography Indonesia, dan seperti biasa, komunitas astro Indonesia tidak pernah pelit berbagi. Mulai dari yang sederhana sampai penggunaan ASIAIR untuk mengatasi cara kalibrasi skywatcher startreker nya.

Masalah Klasik Belahan Selatan

Di belahan utara, kalibrasi polar alignment relatif mudah: ada Polaris, bintang kutub utara yang hampir tidak bergerak, menjadi titik referensi yang tidak bisa salah. Arahkan lubang polar scope ke Polaris, kunci, selesai.

Di Indonesia? Tidak ada Polaris. Yang ada hanya Sigma Octantis, bintang kutub selatan yang redup sekali, magnitude 5.4, nyaris tidak terlihat mata telanjang bahkan di langit gelap sekalipun. Solusi yang ada di pasaran sebagian besar dibuat untuk belahan utara, dan aplikasi yang paling bagus seperti PS Align Pro sayangnya hanya tersedia di iPhone.

Jaman masih pakai iPhone dulu, PS Align Pro ini cukup membantu. Sekarang pindah ke Android Xiaomi, aplikasi penggantinya belum ketemu yang benar-benar setara. Beberapa yang dicoba ternyata tidak kompatibel dengan Xiaomi. Hahaha.

Dudukan Handphone dan Ide yang Menarik

Dari beberapa video YouTube, solusi yang paling sering muncul adalah menggunakan dudukan handphone khusus dari Skylabs, dipasang di depan polar scope tracker sehingga kamera handphone bisa digunakan sebagai panduan kalibrasi visual. Akurat, elegan, praktis.

Tapi harus import. Dan harganya tidak murah.

Sambil scrolling mencari alternatif, saya menemukan postingan tentang MSM Nomad, tracker lain yang ternyata punya solusi dudukan handphone tersendiri untuk dual hemisphere.

Yang menarik bukan tracker-nya, tapi satu foto di halaman produknya: handphone dengan dudukan dipasang sebelum tracker terpasang, langsung di atas base mount, bukan di depan polar scope seperti yang selama ini saya bayangkan.

Posisi yang lebih simple. Tidak ada bagian tracker yang menghalangi, orientasi handphone lebih bebas, dan proses kalibrasi bisa dilakukan lebih dulu sebelum semua peralatan terpasang penuh.

Sepertinya layak dicoba malam ini, dengan dudukan seadanya dulu, DIY kalau perlu.

Jadi dengan posisi handphone menghadap ke bawah, yang dijadikan acuan polaris, selain itu dengan posisi begini lebih mudah untuk refernsi nya

Untuk referensi lebih lengkap soal metode kalibrasi ini bisa dilihat di tutorial ini.

Ekspektasi Malam Ini

Kalau kalibrasi bisa ditingkatkan dari sekadar kompas manual, perkiraan batas eksposur yang bisa dicapai kurang lebih seperti ini:

Focal LengthKalibrasi Kasar Kalibrasi Lebih Akurat
35mm 60 detik3-4 menit
100mm20 detik60-90 detik
200mm3 detik30-45 detik
400mm1 detik15-20 detik

Perbedaan yang cukup signifikan, terutama untuk lensa 100mm ke atas yang selama ini belum bisa dimanfaatkan dengan tracker.

Malam ini rencananya sekaligus jadi sesi pengujian: coba metode kalibrasi baru, test batas masing-masing focal length, dan lihat seberapa jauh transformer ini sebenarnya bisa dibawa kalau diberi fondasi yang lebih solid.

Clear skies, endless stories

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top