Menyapa pagi di Selo
Mataku terkejap, kulihat jam di handphone ku menunjukan pukul 3.50. Masih pagi, tapi perut sudah melilit minta dijalankan kewajibannya. duh.. […]
Mataku terkejap, kulihat jam di handphone ku menunjukan pukul 3.50. Masih pagi, tapi perut sudah melilit minta dijalankan kewajibannya. duh.. […]
Tak terasa sudah lama sekali tidak mengunjungi Gunung Merapi, walau beberapa kali ke Selo cuma sampai di NEW SELO saja. Minggu kemarin tanpa rencana kami berlima mencoba menikmati malam dipenghujung minggu di pos I Merapi. Marsono, dedengkot senior Mapasada sebenarnya ingin bermalam di Pasar Bubrah, tapi beberapa teman lain yang ikut secara dadakan jelas menolak karena hari sabtu paginya masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan.
Akhirnya buku SEMERU : Kembali Kutemukan JejakMu di Mahameru naek cetak juga. Edisi koleksi dan dicetak terbatas sesuai pemesanan. Walau masih ada banyak kekurangan tapi apresiasi dari teman-teman semua membuat kami jadi lebih bersemangat untuk selalu merekam perjalanan dan keindahan alam Indonesia.
SEMERU : Kembali Kutemukan Jejak Mu di Mahameru
Fotografer : Widhi bek
Merupakan catatan perjalanan ke salah satu titik tertinggi di Pulau Jawa, Puncak Mahameru. Perjalanan perdana setelah hampir 10 tahun vakum melakukan aktivitas pendakian gunung. Mengambil sudut pandang dari pejalan yang hobi memotret pemandangan, sehingga buku SEMERU ini dipenuhi dengan foto-foto keindahan sepanjang perjalanan dari Ranu Pani – Ranu Kumbolo – Kali Mati – Mahameru.
Edisi revisi dari ebook Semeru chapter 1 – 3 dengan penambahan beberapa foto panorama dan foto keindahan Gunung Semeru sehingga menarik untuk dijadikan sebagai buku koleksi.
Beberapa hari yang lalu dengan beberapa teman, kami kemping – hunting – refreshing ceria di Gunung Telomoyo. Walau sempat terkendala dengan cuaca berkabut dari sore hingga selepas tengah malam bahkan diikuti angin kencang sepanjang malam. Tapi kami beruntung pagi hari cuaca sangat bersahabat. Walau memang angin kencang masih menderu menyapu punggungan sehingga kami lebih banyak berdiam di tempat yang terlindung dari papaparan angin.
Event Kemping – Hunting Ceria di Telomoyo kemarin berjalan dengan lancar, walau cuaca kurang bersahabat sepanjang sore hingga tengah malam mengurangi aktivitas hunting malam berbintang. Kabut tebal semenjak pukul 3 sore menutupi bagian atas Gunung Telomoyo, jarak pandang hanya beberapa meter. Beberapa teman dari Ambarawa yang menyempatkan menyusul sore harinya hanya sempat mendapatkan beberapa kali angin kencang menyapu kabut dan membuka pandangan langit berbintang dan kota salatiga sebelum kemudian kabut tebal kembali menutup pandangan.
Setelah beberapa minggu kemarin kebanyakan cuma menghabiskan waktu di depan komputer, rencana hari Selasa – Rabu (5-6 Agustus) besok pengen refreshing mencari udara segar pegunungan. Ndak usah cari tempat yang terlalu jauh dan sulit dulu. Beberapa pilihan kemarin di Tawangmangu, Selo atau ke Kledung ikutan pendakian beberapa teman ke Sundoro. Pagi ini kontak-kontakan dengan mas Sugeng ditawarkan ke Gunung Telomoyo. Pertimbangannya sih selain tidak terlalu jauh juga motor bisa sampai ke atas, jadi bisa bawa bekal agak banyak #eaaa..
Salah satu spot favorit menghabiskan malam ketika perjalanan di Flores tahun lalu. Dari atas ini kita bisa melihat kerlip lampu kota Maumere dan di atas kita bertaburan bintang memenuhi langit. Foto ini diambil masih belum terlalu malam, masih sekitar pukul 18.30 jadi bintang belum terlalu banyak yang muncul. Tapi semakin malam bintang bertambah banyak seakan butiran pasir memenuhi langit.
Sudah adakah teman-teman lainnya yang pernah menikmati malam berbintang dari atas sini ? Atau punya tempat favorit lain buat menikmati indahnya malam ?
Keluarga besar Landscape Indonesia mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri. Kami mohon maaf apabila selama ini sudah banyak berbuat salah, nebar racun kemana-mana. Semoga dimaafkan yaaaaa
Dari dulu sebenarnya berniat untuk membuat seri tutorial dalam bentuk video. Tapi baru terlaksana sekarang. Mudah-mudahan nanti bisa agak rutin menyempatkan waktu untuk menyelesaikan beberapa seri video tips foto landscape selanjutnya.
Dalam edisi kali ini kami mencoba membahas mengenai format file RAW dan JPG. Ada beberapa teman yang masih ragu-ragu untuk menggunakan format raw karena alasan mereka file nya besar dan juga malas kalau harus memproses file nya. Padahal dengan memotret menggunakan file raw kita bisa memaksimalkan foto yang diambil kamera kita sehingga mampu menghasilkan foto yang lebih bagus.