Annapurna Basecamp Ghorepani (hari ketiga)
Dengan ketinggian sekitar 2800 mdpl seharusnya dari Ghorepani kita bisa melihat jajaran barisan Annapurna di depan penginapan kami. Tapi semenjak […]
Dengan ketinggian sekitar 2800 mdpl seharusnya dari Ghorepani kita bisa melihat jajaran barisan Annapurna di depan penginapan kami. Tapi semenjak […]
Beruntung.. pakai banget deh…
selama 9 hari perjalanan Annapurna Basecamp di musim hujan kemarin, baru pagi hari ke 8 kami diberi langit yang cerah. Padahal hampir setiap hari dalam perjalanan kami lewati dalam suasana mendung dan hujan. Bahkan ketika kami tiba di Annapurna Basecamp di hari ke 7 pun kami disambut kabut putih dengan jarak pandang terbatas, sehingga kami masih perlu bertanya kepada pemilik tea house yang kami tempati, apakah dari sini terlihat annapurna ? karena memang tidak terlihat apa apa selain hanya putih dan hampa. hahahaha
Beruntung dalam perjalanan ke Annapurna Basecamp pertengahan Agustus 2015 kemarin, walau hampir setiap hari diguyur hujan, pagi hari ketika kami berada di Annapurna Basecamp cuacanya cerah sekali. Dan beruntung kami sempat mengabadikan keindahan alamnya dalam balutan format panorama 360.
Tak terasa sudah hampir 3 minggu Landscape Indonesia berada di Nepal. 2 minggu pertama merupakan perjalanan yang cukup berat menuju ke Annapurna Basecamp. Dan setelah recovery beberapa hari di Pokhara kami banyak menghabiskan waktu di sekitaran Kathmandu sekedar berkeliling sembari menikmati keriuhan suasana di Thamel. Hari terakhir kami isi dengan berselimutkan kabut di Nagarkot sebelum beberapa hari lagi kembali ke tanah air tercinta.
Lombok memang terkenal dengan pemandangan alam nya yang masih alami. Di Lombok kita bisa menikmati hamparan sawah, pantai berderet memanjang mengelilingi pulau dan gunung api terindah. Maka tak bisa dipungkiri Lombok selalu menarik untuk dikunjungi oleh para penikmat keindahan alam.
Mimpi yang (sebentar lagi) menjadi kenyataan. Mungkin itu salah satu ungkapan yang bisa menggambarkan keadaan kami sekarang. Dulu sekali, sempat bermimpi menikmati keindahan barisan pegunungan salju yang menjulang. Mimpi yang kemudian terkikis dengan banyak hal dan kondisi. Mencari kambing hitam kesibukan, aktivitas yang banyak, budget yang susah terkumpul hingga alasan fisik yang tidak memadai lagi untuk perjalanan panjang menyusuri jalan setapak yang menanjak. Tapi entah mimpi yang sempat terkubur kemudian kembali menguak ketika tahun kemarin ada promosi tiket (cukup) murah penerbangan Air Asia dari Jogja ke Kathmandu. Tanpa pikir panjang mengirimkan pesan berantai kepada teman-teman lain yang mungkin bisa teracuni untuk berangkat bersama, mengejar salah satu mimpi untuk berdiri berlatar belakang pegunungan Himalaya.
Akhirnya kelar juga belajar berlembur lembur hingga makan selalu tak lupa dan tidur selalu pulaz. Beberapa tahun belakangan ini sedang keranjingan dengan yang namanya foto panorama. Hampir setiap perjalanan selalu menyempatkan memotret dengan mode pano. Tapi semenjak kerajaan api menyerang maka semakin menggila menembakan frame demi frame mengabadikan keindahan alam dalam format panorama. Silakan dinikmati proyek pano Merbabu dari link ini http://landscapeindonesia.com/pano/merbabu-pano.html
Gunung, salah satu tempat yang membuat kami ingin selalu kembali ke sana. Pemandangan indah dan suasana yang membuat damai selalu bisa membuat kami melupakan rutinitas yang membosankan.
Tapi entah dengan semakin banyak teman-teman lain yang juga mengunjungi gunung membuat kami sempat miris. Tidak saja karena keselamatan yang menjadi standart dalam suatu perjalanan sering terabaikan. Tapi juga gunungan sampah menumpuk tidak jauh dari lokasi perkemahan.
Keluarga besar Landscape Indonesia mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H.
Sori masih belum sempat untuk menuliskan cerita perjalanan dari Semeru kemarin, karena pulang dari sana dapat kabar kalau website Landscape Indonesia perlu dimaintenance. Setelah 2.5 hari baru kelar perbaikan website Landscape Indonesianya. Jadi untuk sementara silakan dinikmati beberapa frame yang sempat terambil pada saat perjalanan Semeru, 2-7 Juli 2015 kemarin ya
H-1, dan rencana perjalanan ke Gunung Argopuro karena beberapa pertimbangan dirubah menjadi ke Gunung Semeru. Masih tetap membawa misi yang sama hunting landscape dan kemping ceria, cuma pindah tujuan saja.
Perjalanan ke Argopuro kali ini merupakan perjalanan pertama saya. Dulu sekitar tahun 1998 pernah mencoba ke Argopuro, saat itu rencana sekalian perjalanan dari Baluran, Gunung Raung dan penutupan Gunung Argopuro. Tapi sepulang dari Gunung Raung, kaki saya keselo sehingga perjalanan ke Argopuro dibatalkan.
Dan setelah puluhan tahun berlalu, kali ini kembali ditawari untuk menapaki jalur Argopuro via Baderan dan pulang via Bremi. Langkah awal seperti biasa kalau belum pernah ke sana adalah melakukan riset awal. Dengan bantuan search enggine dan beberapa forum didapatlah beberapa tulisan perjalanan dan foto-foto perjalanan dari beberapa teman yang sudah pernah ke sana. Jalur trek yang akan dilewati juga sudah disimpan untuk berjaga-jaga.