Kemping Ceria Ketep bersama keluarga
Sabtu pagi yang cerah kami ber empat, Kakak saya Satrio dan putranya Kael, saya dan adik saya Johan, berdiri memandangi […]
Sabtu pagi yang cerah kami ber empat, Kakak saya Satrio dan putranya Kael, saya dan adik saya Johan, berdiri memandangi […]
Pada kesempatan hunting milky way di Karanganyar kemarin, berkesempatan untuk mencoba mengambil foto milky way dengan beberapa iso tinggi yang berbeda. Test tersebut untuk mencoba membandingkan kadar noise yang dihasilkan oleh masing-masing iso tinggi tersebut. Percobaan menggunakan kamera canon 6D, lensa canon 16-35 f/4 pada FL 16. Test menggunakan file jpg langsung yang dihasilkan oleh kamera.
Diawali dengan kabar dari Dwi “Kebo” .. “malam nanti Negro pengan ngakajak hunting. Ke daerah Mbaki saja yang tidak terlalu jauh” Dan beberapa jam kemudian,kami berenam, Dwi “Kebo”, Marsono, Adit “Negro”, Bayu dan Icuk malah sudah bertengger dengan kamera masing-masing di pelataran Candi Lawang, Cepogo, Banyuwangi. Eh, ndak semua sih, karena Marsono sibuk dengan kompor spirtus membuat kopi hangat untuk kami dan Icuk berdiam diri di kegelapan karena tidak membawa kamera. Malam kemarin kami kembali berpesta milky way.
Sekitar bulan April 2015, Lightroom, salah satu software editing dan pengaturan foto mendapatkan upgrade menjadi lightroom cc atau lightroom 6. Ada beberapa fasilitas tambahan yang menarik untuk dicoba antara lain menggabungkan beberapa foto menjadi HDR dan panorama. Untuk artikel kali ini saya akan mencoba mengulas mengenai fasilitas lightroom cc untuk menggabungkan menjadi foto panorama.
Senin sore, ketika mata masih sedikit mengantuk, terbangun karena bunyi notifikasi whatapps di hape. “Bek.. di Solo, nanti malam pada mau ke Tawangmangu, sekalian belajar motret, ikut ndak?”. Pesan dari Marsono yang kemudian ditambahi embel-embel, “naik mobil kok, tinggal tidur saja di perjalanan nanti ” ketika aku balas dengan baru balik dari Rembang sore tadi. Dan berempat, Marsono, Dwi “Kebo”, Adit dan saya sekitar pukul 7 malam kemudian sudah berada di mobil, membelah malam menuju ke Tawangmangu. Dan bintang, yang sedari Solo tadi sudah terlihat cukup banyak semakin bertebaran ketika kami meninggalkan keramaian kota Solo menuju ke Karanganyar
Foto pagi tadi, ketika bisa bangun pagi dan sedikit ogah-ogahan menyeret tubuh ke tepi pantai. Momen matahari terbit yang indah dan penuh perjuangan. Untuk mendapatkan foto ini saya rela celana dan jaket saya bermandikan lumpur. Beruntung tas kamera tidak ikutan kecebur di lumpur
Sore tadi sepulang dari penugasan pemotretan beberapa profil pemuda di Rembang sempat menebar racun indahnya malam hari kepada salah satu teman. Dan racun bersambut hingga sekitar pukul 10 malam tadi dua teman dari Rembang, Prima dan salah satu rekan kantornya menjemput saya di penginapan. Dan bertiga kami menyusuri jalanan yang mulai sepi dan mencari tempat yang agak gelap. Walau memang polusi cahaya lampu di sekitarnya masih cukup mengganggu.
Tak terasa sudah memasuki bulan Juni 2015. Kurang dari dua bulan lagi beberapa teman dari Landscape Indonesia berkesempatan mengunjungi salah satu negara dengan pemandangan gugusan gunung salju nya.
Persiapan demi persiapan mulai disusun supaya perjalanan ke Nepal nanti berjalan dengan lancar, walau seperti biasa kami tidak punya tujuan “harus sampai” ke mana. Karena inti dari perjalanan untuk kami adalah menikmati apa yang ada selama perjalanan. Mengabadikan keindahan dan keanekaragaman budaya, serta tentunya membawa pulang pengalaman baru yang kami harap bisa memperkaya sudut pandang kami.
Kemarin siang, saya beruntung perjalanan dari Solo menuju Surabaya dengan pesawat ditemani cuaca yang sangat cerah. Sejak dari awal penerbangan
Kemarin malam, minggu 14 Juni 2015, sekalian ada undangan nikahan anaknya teman di jogja kontak beberapa teman di jogja. Seperti biasa waktu yang mepet dengan rencana hunting dadakan. Dapat balasan dari Agung Widi dan Bagus Prabowo Cepi yang bersedia diculik dadakan buat hunting foto malam. Dan malam itu kami bertiga dengan sepeda motor melintas ke jalan parangtris. Rencana semula hunting di sekitaran gumuk pasir Parangtritis. Tapi di tengah perjalanan, sembari nongkrong di sebuah angkringan, ketika sudah melewati separo perjalanan, rute pun berubah. Kita ke Imogiri saja, usul Cepi. Dan kami pun berbalik arah menembus tengah malam menuju salah satu spot di imogiri. Sementara di atas kepala kami, bintang bersinar seakan tahu malam akan menjadi panjang untuk mereka.
Minggu di penghujung bulan Mei kemarin ngumpul bareng teman-teman dari komunitas Backpacker Dunia (BD) regional Jogja Jateng di salah satu sudut kota Jogja. Sore hingga malam itu beberapa teman dari Landscape Indonesia mengikuti gathering BD yang diadakan setiap bulan. Sebagai ajang kumpul, saling cerita pengalaman dan tentunya saling berbagi ilmu. Saya kebagian sampur untuk event kali ini berbagi cerita mengenai traveling fotografi.
Buat teman-teman di jogja dan sekitarnya siapa tahu bisa melipir di event Gathering Backpacker Dunia regional Jogja Jateng saya sharing