Peralatan

Blog, Foto, Peralatan, Review

Test #2 underwater g15 – umbul Ponggok

Ayo berangkat saja sekarang, kumpul di rumah bebek saja.” Tulis negro di grup wa menginfokan buat siapa yang mau foto profil underwater supaya siang tadi merapat ke rumah ku. Dari Minggu kemarin sebelum perjalanan ke gunung Dempo sebenarnya niat untuk belajar memotret underwater.  Dan seperti biasa kalau terlalu banyak rencana biasanya malah mundur mundur terus entah jadinya kapan. Jadi kalau acara dadakan begini malah biasa nya terlaksana,walau tentu saja yg bisa ikut hanya yg luang pada saat itu saja.

Blog, Foto, Peralatan, Review

Test #1 kamera G15 + underwater case WP-DC 46

Sementara ini baru sempat uji coba sekali kamera G15 dan casing underwater wp-dc48 di kolam renang di salah satu hotel. Kondisi pagi hari jadi cahaya mentari masih belum terlalu tinggi.

Kamera G15 yang masuk dalam casing underwater bisa berfungsi dengan normal seperti ketika digunakan tanpa menggunakan casing. Kecuali untuk tombol pengaturan ring di bagian depan (pengaturan bukaan lensa dan shutter speed) tidak ada pengaturan di casing nya. Alternatifnya harus merubah pengaturan bukaan lensa dan shutter speed ke tombol lainnya.

Blog, Foto, Peralatan, Review

Landscape Indonesia Next Project : Under Water

Akhirnya setelah melalui beberapa pertimbangan, terutama pertimbangan antara kualitas- budget – kebutuhan untuk mempelajari pemotretan underwater. Kemarin akhirnya bergabung juga satu pasang kamera poket dan casing underwaternya untuk menemani perjalanan perjalanan berikutnya mengelilingi keindahan Indonesia.

Blog, Foto, Peralatan, Review

Lensa samyang 14 mm vs canon 16-35 untuk memotret milky way

Mana sih yang lebih bagus untuk memotret milky way, samyang 14 mm F/2.8 yang sudah beberapa tahun ini menemani setiap hunting malam, atau canon 16-35 F/4L yang barusaja bergabung dalam ransel. Beberapa hari lalu, menyempatkan membawa dua lensa tersebut untuk mengabadikan keindahan malam di kaki Merapi. Dan ini ada beberapa perbandingan antara kedua lensa tersebut ketika digunakan untuk memotret milky way

Blog, Foto, Peralatan, Review

Review Lensa Canon 16-35 F/4 L USM IS

Walau baru menggunakan sekitar 2 minggu, tapi saya yakin lensa 16-35 F/4 yang baru dikeluarkan oleh canon tahun lalu ini merupakan salah satu lensa idaman para landscaper dan juga traveler.Lensa idaman untuk landscape buat saya adalah lensa yang mempunyai sudut lebar, tajam, ringan sehingga bisa dibawa untuk perjalanan jauh, mempunyai kemampuan untuk menggunakan filter. Pilihan untuk mengorbankan lensa bukaan lebar dengan berat yang ringan dan tentunya harga yang lebih bersahabat menjadi salah satu kriteria penting juga.

Blog, Foto, Peralatan, Review

Mencari lensa ultra wide untuk canon 6D – 2015

Sebelum keberangkatan ke Kamboja kemarin, lensa canon 24-105 L f/4 saya ngadat. Error 01 kalau ndak salah ingat. Kontak dengan kostumer servis Canon diminta coba untuk membersihkan bagian konektor antara lensa dengan bodi. Tapi untuk kasus lensa 24-105 kali ini kemungkinan bukan masalah konektor lensa nya, karena saya coba bersihkan juga masih problem. Selain itu ketika membaca beberapa masalah yang ternyata banyak terjadi dengan lensa 24-105 L ini adalah masalah pada kabel aperturenya. Kecewa sih sekelas lensa L ternyata tidak sampai dua tahun sudah perlu diservis. Bandingkan dengan canon 10-22 mm yang saya gunakan dari tahun 2009 sampai sekarang masih tidak ada problem. Itupun saya rasa penggunaan yang agak abusive karena beberapa kali harus berbasah ria ketika memotret air terjun. Sampai sekarang masih belum tahu nanti kalau di servis kena biaya berapa.

Blog, Foto, Peralatan, Review

Mencoba Pano (2) – DIY pano head

Perjalanan ke Bromo kemarin memang membawa banyak misi untuk proyek pribadi. Yang utama memang mengabadikan keindahan milky way di atas gunung bromo (DONE !), mencoba pano head buatan sendiri (DONE), mencoba intervalometer (GAGAL) dan tentunya refreshing.

Seperti sudah pernah dibahas di Mencoba Pano (edisi 1), keinginan untuk memotret pemandangan dalam format lebar menggunakan pano head. Setelah sempat browsing dan mencari referensi akhirnya diputuskan untuk mencoba membuat sendiri pano head single row. Prinsip dasar dari memotret panorama adalah sumbu putar harus sesuai dengan sumbu lensa. Kalau cuma diletakan di tripod saja, maka sumbu pada tripod tidak akan sama dengan sumbu pada lensa.

Scroll to Top